Showing posts with label KULINER. Show all posts
Showing posts with label KULINER. Show all posts

Thursday, 19 January 2017

Ganteng123

Kuliner Unik di Bandung ‘Bajigur Durian’


          Hallo sobat wikuba, apa kalian termasuk salah satu penggemar sejati buah durian? Tetapi bosan dengan rasa durian yang seperti itu-itu saja? Ingin mencoba rasa yang unik dan tentu berbeda tanpa menghilangkan rasa asli duriannya? Nah sobat wikuba jangan khawatir terutama untuk kalian para penggemar buah durian. Kali ini wikuba mau kasih tau kalian nih kalau di Bandung ada loh rasa durian yang disajikan berbeda? Mau tau seperti apa? Yuk kita simak ulasannya….

          Membahas mengenai buah durian, di Bandung ada banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah tempat kuliner dimana buah durian disajikan berbeda, unik, dan tentunya tidak akan membuat kalian menyesal. Lokasinya tak lain dan tak bukan ada di Kabupaten Bandung, tepatnya berada di jalan Terusan Kopo km 11,5 Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Jika kalian melintas di jalur tersebut, tentu kalian akan melihat ada sebuah tempat kuliner yang berbahan dasar buah durian, dengan papan nama yang terpampang jelas didepannya yaitu ‘Bajigur Durian’. Yang membuat durian ini terasa berbeda adalah karena kombinasi uniknya antara buah durian dengan minuman ‘bajigur’.

          Bapak Tutang Kusniadi adalah pemilik serta perintis bajigur durian tersebut. Pada awalnya Bapak Tutang hanya sebagai penjual es kelapa saja, namun ketika menginjak bulan november tahun 2009 dan kebetulan ketika itu sedang memasuki musim penghujan. Sekilas muncul di benak bapak Tutang untuk menjual minuman panas karena ia berpikir pasti akan jarang sekali orang yang membeli es kelapanya dimusim hujan seperti itu. Lalu terlintaslah minuman bajigur yang cocok untuk dijual ketika musim hujan datang. Selain musim hujan bulan november pun adalah bulan dimana buah durian sedang merajalela alias lagi musim. Nah pada saat itulah bapak Tutang mencoba bereksperimen untuk menggabungkan minuman bajigur dengan buah durian. Setelah selesai membuat eksperimen, masuklah ketahap percobaan untuk dijajakan, Keluarga adalah sasaran pertama bapak tutang untuk mencicipi bajigur durian buatannya dan terlontarlah komentar positif dari keluarganya. Pak Tutang pun kemudian mencoba menjajakan bajigur duriannya kepada para tetangga dan rekan-rekan dekatnya, dan ternyata komentar positif pun terlontar juga dari mereka. Setelah melakukan beberapa kali percobaan dan persiapan lainnya, akhirnya pada tanggal 09 November 2009 terbentuklah nama dan usaha ‘Bajigur Durian’. Jika diperhatikan, tempatnya terbilang masih sederhana dan masih terlihat tradisional, sekitar 10-12 meter luas tanah nya.

           Sebelum mencapai orderan yang banyak, awalnya bapak tutang hanya menjual 1 gelas/hari karena belum banyak yang mengetahui tentang bajigur durian buatannya itu. Namun setelah kedatangan beberapa wartawan media elektronik maupun media cetak, sebut saja Pikiran Rakyat, TVRI, Trans Tv, Metro Tv ,Bandung Tv, dan lain-lain, akhirnya bajigur durian milik bapak tutang mulai dikenal oleh beberapa kalangan masyarakat  dan munculah kata “Asoy” yang ikut menghiasi nama bajigur durian tersebut. Kata tersebut muncul karena para awak wartawan sering menyebut kata ‘asoy’ ini maka dari itu bapak tutang memasukan kata ‘asoy’ di dalam papletnya.

          Bajigur Durian buka setiap hari mulai dari jam 09.00-21.00 WIB. Diperkirakan setiap hari ada sekitar 60 orang yang datang ke bajigur durian, harga yang ditawarkan bervariatif mulai dari Rp.5.000,00 s/d Rp.25.000,00. Irit bukan?

          Riki (22) salah satu pembeli bajigur durian berpendapat tentang rasa bajigur durian yang dicicipinya. ”Rasanya sangat unik, tempatnya juga masih sederhana dan unik. Alasan utama aku datang kesini ya karena aku suka buah durian”. Selain Riki, ada juga salah satu teman Riki bernama Matondang (28), “rasanya itu loh uuuhhh susah dijelasin”. Ratih (18) pun mengutarakan beberapa kata mengenai bajigur durian, ”Karena aku suka durian dan bajigur durian salah satu yang aku favorite-in. Selain itu tempatnya juga berada di pinggir jalan jadi ga susah deh buat mampir kesini nya”

          Ada beberapa menu yang disajikan di tempat ini, antara lain bajigur durian, kala bendu, kopi durian, es durian, bandrek durian, es kelapa durian, kelapa bakar, es bajigur durian, durian bakar, es kelapa muda dan sumadurjana (Susu Madu Durian Jahe Nikmat).

          Bagi para penggila buah durian yang berada di bandung maupun wisatawan yang sedang mampir ke Bandung ga ada salahnya nih untuk mencoba beberapa varian unik yang disajikan di ‘bajigur durian’ milik bapak Tutang. Kamu juga bisa mengajak teman, keluarga, sodara maupun orang spesial untuk mencoba mencicipi kuliner unik ini.

“Cobaan EUY….”, dua buah kata yang terlontar dari sang pemilik bajigur durian.

Report by Yuni Maharani








Read More

Saturday, 31 December 2016

Ganteng123

Tempat Nongkrong Irit dan Asyik di Bandung


          Oke sobat wikuba membahas mengenai kuliner dan tempat tongkrongan anak muda yang unik, nyaman, dan tentu tidak menguras banyak isi dompet nah di Bandung ada loh, lebih tepatnya berada di  jl.Terusan Kopo No 12 Sindang Palay Kecamatan Katapang. Penasaran? Pengen kumpul sama temen yang tempatnya enak,nyaman dan tentu bisa irit? Yuk telusuri  biar ga nyesel apalagi kalau udah bahas masalah harga nih, biasanya pada mentok disitu kan?? hehe....

          Ok sobat wikuba, nama tempatnya yaitu Kedai Waras. Kedai Waras merupakan salah satu tempat tongkrongan yang bisa dijadikan pilihan, terutama untuk anak muda yang lagi ngirit isi dompet nih. Perlu sobat wikuba tahu juga bahwa kata Waras itu sendiri merupakan singkatan dari “Warisan Abah Rasta”. Abah Rasta tidak lain dan tidak bukan adalah kakek dari Iman sang pemilik kedai Waras saat ini. Seperti yang diketahui  Iman merupakan pemilik kedai sekaligus pencetus nama Kedai Waras. Alasan utama iman memberi nama Waras adalah supaya kedainya terdengar unik dan beda serta membuat penasaran bagi siapapun yang mendengarnya. Iman termotivasi untuk membuka usaha kedai karena teinspirasi dari kakak perempuannya yang lebih dulu terjun ke dunia bisnis. Pada awal nya iman hanya membantu kakak nya yang membuka  café dan bisnis clothing . Namun seiring berjalannya waktu dan dengan berbagai persiapan serta usaha juga akhirnya pada bulan desember tahun 2015 Kedai Waras mulai terbentuk. Ada empat orang yang ikut serta dalam membantu usaha kedai milik Iman itu antara lain orang tua Iman sendiri yaitu sang Ibu yang bertindak sebagai juru masak di kedai waras, adik Rafi dan ada salah satu teman iman serta iman sendiri pun ikut turun tangan dalam membangun usahanya.

          Kedai Waras buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 22.00 WIB. Kedai ini sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat, terutama masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bandung. Sebut saja namanya Ivany (15), salah satu pelanggan kedai waras ini mengungkapkan pendapatnya mengenai keberadaan kedai tersebut, ”aku sering banget datang ke kedai ini. Selain harganya yang terjangkau, tempat nya sangat nyaman dan unik serta makanan nya juga enak-enak, yang pasti bikin bete,galau dan bosen aku ilang deh seketika”  . Selain Ivany,  ada sosok Neta yang terbilang sering juga datang ke kedai waras ini. “Aku juga sering banget kesini karena disini ada makanan favorite aku nih kaya ayam penyet, lemon squash, dan pancake. Selain itu, kedai nya pun cocok dipake buat kumpul sama temen”. Nah jika main ke Bandung jangan lupa berkunjung ke Kedai Waras untuk merasakan sensasi di tempat tongkrongan tersebut. Apalagi banyak anak sekolah yang datang ke kedai waras, mulai dari anak SMP, SMA maupun mahasiswa. Tentu tidak jarang juga ada orang tua yang ikut nongkrong hanya sekedar melepas cape setelah seharian bekerja. Gak ada salahnya ya sob,  jangan lupa juga untuk mencoba seblak tulang ala kedai waras. Ya karena menjadi salah satu makanan yang banyak peminatnya, seperti peribahasa suda zaman sekarang, ‘urang sunda tea raresep kana lada’ (orang sunda pada suka pedes).

          “Selagi ada yang sederhana mengapa harus boros? Jangan bikin isi dompet kalian lapar”, Ujar sang pemilik Kedai. Nah bagaimana sobat, menarik bukan? Bila penasaran cek langsung aja deh sendiri dengan datang  langsung ke Kedai Waras. Ok.

Report by: Yuni Maharani
Read More

Monday, 19 September 2016

Unknown

Sentra Pindang Bandeng Cukanggenteng Kabupaten Bandung

         

          Pindang merupakan salah satu cara pengolahan ikan dengan cara direbus dan digarami. Ada banyak jenis ikan yang dijadikan sebagai olahan pindang, diantaranya ikan tongkol, ikan tuna dan ikan bandeng. Di Indonesia sendiri banyak masyarakat yang menjadikan pengolahan ikan pindang ini sebagai mata pencaharian dan kegiatan mereka sehari-harinya. Salah satu contohnya adalah sentra pindang bandeng yang berada di Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung. Sentra pindang bandeng ini sudah ada sejak dulu dan menjadi mata pencaharian masyarakat yang berada di kawasan ini. Diantaranya meliputi kampung Cinangka dan kampung Cimala.

          Di kawasan ini, produksi ikan pindang bandeng hampir ada di setiap rumah. Sudah sejak lama masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pembuat ikan pindang bandeng. Selain ada sebagian yang berprofesi sebagai petani dan profesi lainnya, namun disela waktu senggang mereka juga memproduksi ikan pindang bandeng dan ikut memasarkannya juga. Tidak salah jika kawasan ini disebut sebagai sentra pindang bandeng, karena memang dominan masyarakatnya adalah pembuat ikan pindang bandeng.

        Seperti yang dijelaskan oleh Kasi (Kepala Seksi) Ekonomi desa Cukanggenteng, Ibu Lilis Fitrianti. Sudah lebih dari 20 tahun kegiatan membuat ikan pindang bandeng ini berlangsung. “Ya, bahkan mungkin ketika saya belum lahir pun kegiatan membuat ikan pindang ini sudah ada.” Ucapnya ketika tim wikuba menemuinya di desa Cukanggenteng yang letaknya bersebrangan dengan sentra pindang bandeng.

        Ibu Lilis juga menjelaskan bahwa semakin hari, pembuatan ikan pindang bandeng ini mengalami peningkatan meskipun belum signifikan. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk terus mendukung kegiatan masyarakat ini, diantaranya memberikan latihan tentang cara pengemasan, dengan tujuan agar kemasan yang dibuat bisa lebih menarik dan untuk mendukung agar usaha masyarakat ini bisa tetap bertahan. Pemerintah desa juga memberikan bantuan berupa modal dari BUMDES kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun tidak semua masyarakat pembuat ikan pindang ini bisa mendapatkan modal, karena memang modal yang disediakan sangat terbatas dan khusus untuk yang benar-benar membutuhkan. Jadi dalam hal ini ada semacam seleksi yang dilakukan oleh pihak desa untuk mencari masyarakat pengusaha ikan pindang yang berhak mendapatkan bantuan modal.

 Ikan pindang memang sudah terkenal dikalangan masyarakat. Banyak yang menjadikan ikan pindang sebagai menu utama untuk makan setiap harinya. Namun dibalik terciptanya menu ikan pindang, tentu kepopulerannya tidak akan bisa lepas juga dari para produsen dan penjual ikan pindang. Misalnya adalah bapak Pardi (65) yang tinggal di Kampung Cimala Rw 08/07 Desa Cukanggenteng Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. Sudah lebih dari 20 tahun Pak Pardi menjual ikan pindang bandeng ini. Selain menjual, Pak Pardi juga memproduksi dan membuat ikan pindang bandeng ini secara pribadi. Beliau memasarkan ikan pindang bandeng ini di kawasan pasar Cilokotot, Margahayu. Dalam satu hari, Pak Pardi bisa menghabiskan 40 kg bahan ikan dengan harga jual dimulai dari Rp 5.000,00 dan untuk harga dilihat tergantung dari besar dan kecilnya ukuran ikan yang dijual.

Dari hari ke hari, konsumsi masyarakat akan ikan pindang ini relatif tidak menurun. Karena memang sudah menjadi konsumsi penting juga sebagai teman nasi untuk makan kita. Ada beberapa faktor juga yang membuat sentra ikan pindang ini tetap bertahan dengan waktu yang cukup lama. Selain harganya yang ekonomis, cara memproduksi ikan pindang ini dinilai selalu konsisten dari waktu ke waktu, baik didalam cara pengemasan dan juga rasa. Setidaknya usaha yang dilakukan masyarakat sejak berpuluh-puluh tahun sebelumnya ini telah sangat memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup masyarakat di kawasan ini. Tak terkecuali adalah sebagai warisan untuk anak-anak serta cucu mereka nanti. Tentu sebuah harapan ditanamkan kepada mereka untuk tetap bisa mengembangkan dan memajukan usaha pembuatan ikan pindang ini.
Read More

Monday, 22 August 2016

Ganteng123

Mengenang Si Renyah Pelengkap Makanan Kita


          Si renyah yang satu ini pastilah bukan makanan yang asing untuk kita. Bentuknya agak lonjong dengan tekstur berkelok-kelok mirip seperti deretan awan yang sering di gambar anak-anak TK di waktu sekolah. Selintas jika diperhatikan, bentuk si renyah memang tidak terlalu menggoda, karena bentuknya yang terlihat biasa saja. Tapi ternyata sosok si renyah ini begitu terkenal dan masih di cari oleh banyak orang, terutama untuk dijadikan sebagai pelengkap santap makan kita. Istilah si renyah diambil karena rasanya yang renyah dan gurih. Si renyah bisa kita temukan di berbagai tempat penjual makanan atau warung-warung makanan di sekitar kita.

           Makanan di kota Bandung banyak sekali variasinya. Ada makanan yang kering dan ada makanan yang berair (berkuah). Kesukaan setiap orang terhadap makanan pun jelas berbeda juga. Namun jika berbicara pelengkap makanan pastilah tidak akan jauh berbeda. Salah satunya adalah kontribusi si renyah sebagai pelengkap makanan kita. Biasanya agar makanan terlihat bervariasi, kita sering menambahkan makanan tambahan. Salah satu contohnya adalah menambahkan si renyah dengan makanan yang berair (berkuah) sebagai pelengkapnya. Hal tersebut dikarenakan si renyah cocok sekali ditambahkan untuk menu-menu makanan yang berair (berkuah). Misalnya dipadukan dengan mie bakso, mie bakwan, atau sekedar hanya dengan mie rebus pun sudah sangat lengkap dan lezat untuk bisa dinikmati.

          Produksi dan penjualan si renyah sudah menjamur di masyarakat. Semua kalangan usia bisa menikmatiya. Banyak pelaku usaha yang memproduksi dan menjual si renyah dengan berbagai bentuk serta rasa yang berbeda-beda. Bahkan di dalam satu warung, produk si renyah bisa mencapai lebih dari lima merk dan varian yang berbeda. Hal tersebut dijelaskan juga oleh salah satu pengusaha si renyah di Kabupaten Bandung, Bapak endang (52). Salah satu pemilik usaha si renyah yang berlokasi di Kampung Cikambuy Tengah Rt 04/08 Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung.

          Usaha produksi si renyah milik Pak Endang sudah berdiri sejak 4 tahun yang lalu. Namanya adalah si renyah Mekar Sari. Dengan di bantu oleh 4 pegawainya serta beberapa pegawai yang bertugas untuk memasarkan si renyah ke beberapa tempat. Seperti Pangalengan, ciwidey, Margahayu, Banjaran dan beberapa tempat lainnya di Kabupaten Bandung. Si renyah mekar sari milik Pak Endang masih bisa bertahan, meski pelaku usaha produk ini sudah banyak. Namun hal tersebut tidak menurunkan niat dan kegigihan Pak endang untuk terus memproduksi si renyah. Meskipun sering diakui olehnya bahwa masalah pemasaran selalu menjadi kendala terbesar untuknya.

          “Sebetulnya dulu alasan saya membuka usaha ini adalah karena ingin mencoba untuk membuat usaha sendiri. Ya meskipun saya menyadari di luar sana banyak sekali saingan dengan produk yang sama, tapi saya tetap optimis dan ingin terus mencoba. Ya kalau seandainya ada modal lebih, ingin sekali saya memproduksi si renyah dalam bentuk dan rasa yang lain. Namun memang terkendala masalah modal juga, terutama di peralatan.” Ucap Pak Endang ketika tim Wikuba menyambangi tempat produksi si renyahnya.

          Setiap harinya rata-rata Pak Endang bisa menghabiskan satu sampai dua kuintal bahan tepung untuk pembuatan si renyah. Bahan-bahannya sederhana dengan bahan utamanya adalah tepung tapioka, di tambah dengan bumbu rempah-rempah. Produksi si renyah milik Pak endang ukurannya bervariasi mulai dari yang kecil dengan harga Rp 200,00/buah, sampai dengan yang paling besar dengan harga Rp 1000,00/buah.

          Pak endang sedikit berbagi tips kepada tim Wikuba mengenai cara pembuatan si renyah. Proses pertama diawali dengan pencampuran dan pengadukan adonan atau sering di sebut dengan istilah tajin. Namun perlu di ingat juga, untuk pencampuran adonan harus menggunakan air yang panas, suhu air minimal harus mencapai 100°C. Kemudian setelah adonan selesai di campur dan di aduk merata, adonan dimasukan ke dalam mesin cetakan lalu di cetak. Setelah proses pencetakan selesai, adonan yang sudah dicetak tersebut harus langsung dikukus. Pengukusan membutuhkan waktu beberapa menit. Setelah adonan selesai di kukus, adonan tersebut di angkat dan di simpan rata di atas bilik yang sudah disiapkan, lalu adonan di jemur sampai kering.

          “Setelah proses penjemuran, sebetulnya tahapan pembuatan belum selesai sampai disitu. Kita harus memasukan kembali si renyah yang telah di jemur tadi ke dalam open/pemanas. Tujuannya yaitu untuk memastikan bahwa si renyah benar-benar sudah kering dan bebas dari air (tidak basah).” Lanjut Pak Endang. Setelah proses di oven selesai, barulah si renyah bisa di goreng dan kemudian dikemas, lalu siap dipasarkan.
Read More